YESUS DI DALAM ISLAM

Di dalam pencarian kita akan kebenaran, kita telah melihat bahwa keintelektualitasan kita, membutuhkan pendekatan yang lebih konsisten dan terpadu terhadap ‘Firman Tuhan”. Apabila sumbernya tidak dapat kita jadikan sandaran, maka kita harus mencari sumber-sumber informasi lainnya yang dapat kita jadikan sandaran disebabkan kekonsistensiannya.

Semua sumber yang diklaim sebagai ‘Firman Tuhan’ secara definisi haruslah sumber yang paling konsisten dan terpercaya bagi manusia. Mari sekarang kita menelaah Nabî dan Rasūl yang dikenal di dalam Islâm sebagai al-Masîh ’Isâ bin Maryam.

Pada penjelasan sebelumnya, kita telah menyebutkan ayat dari al-Qur`ân yang menjelaskan perjumpaan antara Maria dan malaikat. Namun, sebelum kami melanjutkan, izinkan kami menjelaskan al-Qur`ân sebagai suatu otoritas yang kita patut merujuk kepadanya. Al-Qur`ân, tanpa perlu dipertanyakan, merupakan kitab suci yang paling unik dan autentik yang pernah dikenal oleh manusia.

Al-Qur`ân masih eksis dalam bentuk tulisan dan bacaannya yang sama persis dengan zaman Nabi (Muhammad Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam). Ia dihafalkan oleh para sahabat dan nabi Muhammad Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam sendiri.

Adakah kita pernah mendapatkan laporan (riwayat) bahwa murid-murid Yesus di dalam Bible menghafal dan memeriksa ulang Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohannes?

Tentu saja tidak. Buku-buku injil ini ditulis setelah kejadian-kejadian digambarkan kepada mereka.
Tidak ada satupun dari gospel-gospel ini ataupun tulisantulisan Paulus yang memperoleh stempel atau persetujuan Yesus.

Bagaimana dengan al-Qur`ân. Dilaporkan di dalam sejarah bahwa Nabi Muhammad Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam dan para sahabatnya memelihara al-Qur`ân secara cermat. Al-Qur`ân dibaca keseluruhannya pada setiap Ramadhan. Hari ini, ada berjuta-juta kaum muslimin yang menghafalkan al-Qur`ân, dan lebih dari semiliar muslim, membaca sebagian besar al-Qur`ân dalam kesehariannya.

Tidak ada kita dapati ‘Edisi Revisi’ atau ‘Versi Amerika’ bagi al-Qur`ân. Ia terpelihara dengan bahasa ia diturunkan, yaitu bahasa Arab.

Hari ini, kaum muslimin dapat membaca al-Qur`ân dan merasa yakin bahwa mereka sedang membaca katakata yang sama dengan yang dibaca oleh Nabi Muhammad Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam di dalam dialek bahasa Arab Quraisy.

Namun, berapa banyak kaum Kristiani yang telah melihat (Bibel dalam bahasa) Aramaic (bahasa Yesus), belum lagi mengulang-ulang ucapannya secara sama persis sebagaimana beliau ucapankan kepada mereka? Tidak satupun. Bahkan, kaum Kristiani sendiri tidak dapat memutuskan, Bibel Inggris manakah yang paling benar, lantas bagaimana bisa mereka mendalami pembacaan Bibel dalam bahasa Aramaic sebagaimana yang dikatakan Yesus secara sama persis?

Tidak ada gunanya mengatakan bahwa keinginan ini adalah bisu, karena kita tahu bahwa Gospel itu sendiri, ditemukan pertama kali dalam bahasa Yunani, sebuah bahasa yang jauh dari bahasa lisan Yesus itu sendiri. Bahasa yang lahir dari sebuah budaya paganisme dan banyak tuhan.

Bahasa Ibrani (Hebrew) pada masa Yesus berakar pada keyakinan mereka di dalam monoteisme (tauhid), sebagaimana bahasa Arab hari ini, karena kekomprehensifan total Islam, bahasa ini berakar pada tauhîd (keesaan Tuhan).

Waktu dan ruang tidak mengizinkan kami untuk menggali lebih dalam lagi akan kemukjizatan al-Qur`ân, dan bagaimana al-Qur`ân secara tepat menjelaskan peristiwa sejarah, fakta-fakta saintifik yang belum diketahui selama masa pewahyuan dan keunikan sastera di dalamnya.

Jadi saran saya kepada para pembaca agar menginvestigasi lebih jauh lagi mengenai al-Qur`ân.
Yesus diutus secara sederhana adalah untuk menegaskan risalah para nabi yang datang sebelum beliau. Beliau menyeru ummat untuk menyembah Allôh semata, tanpa ada sekutu bagi-Nya.

وَيُعَلِّمُهُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ

“Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, hikmah, Taurat dan Injil.” (QS Ali ‘Imrân : 48)

Yesus sendiri menyatakan peribadatan hanya kepada Allôh semata

إِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۗ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ

“Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, Karena itu sembahlah Dia. inilah jalan yang lurus.” (QS Ali ‘Imrân : 51)

Allôh menjelaskan persamaan Yesus

إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ ۖ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

“Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, Kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), Maka jadilah Dia.” (QS Ali ‘Imrân : 59)

Allôh menegaskan autoritas al-Qur`ân mengenai Yesusإِ

إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْقَصَصُ الْحَقُّ ۚ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Sesungguhnya Ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah; dan Sesungguhnya Allah, dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana .” (QS Ali ‘Imrân : 62)

Al-Qur`ân menyatakan berkenaan dengan konsep trinitas

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ ۚ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَىٰ مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۖ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ ۚ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ ۚ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ ۘ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا

“Wahai ahli kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera
Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari Ucapan itu). (itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang
Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.” (QS an-Nisâ` : 171)

Firman Allôh mengenai penyaliban

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ ۚ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا

“Dan Karena Ucapan mereka: “Sesungguhnya kami Telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orangorang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa,
benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka
tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.” (QS an-Nisâ` : 157)

Inilah Yesus di dalam Islâm.
Inilah sifat kenabian yang senantiasa kembali kepada seluruh nabi, yang mereka diperkuat oleh Allôh dan diutus kepada ummat untuk memberikan peringatan dan berita
gembira. Mereka semua diberi risâlah tauhîd (monoteisme) yang menyeru hanya menyembah kepada Allôh semata dari semenjak permulaan risâlah dan tidak ada seorang Nabîpun yang mengangkat diri mereka sebagai sekutu atau sederajat dengan pencipta mereka.

Semua dasar keimanan Kristiani yang dibentuk pada abad ke-4 dan ke-5 setelah masa Yesus adalah sama sekali bertentangan dengan Islâm, karena sebagaimana telah kami tunjukkan sebelumnya, al-Qur`ân membuktikan ketidakbenaran pemahaman ketuhanan Yesus, trinitas bahkan penyalibannya.

Tanpa inti keimanan ini, ajaran Kristiani adalah kosong. Jadi, kita harus bertanya pada diri sendiri, penjelasan tentang risalah Yesus yang manakah yang lebih konsisten dengan apa yang kita ketahui dari risalah yang dibawa oleh nabi-nabi lainnya dan dengan ucapan-ucapan yang disandarkan kepada Yesus di dalam Gospel itu sendiri?

Apakah dari yang diajukan oleh Paulus, ataukah yang diajukan oleh al-Qur`ân?

Posted on 11/03/2012, in Islam. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: