Akhir Sebuah Kematian…… seperti apakah akhirnya?

Yang Mana yang Akan Kita Pilih? Berikut ini adalah kisah yang diceritakan oleh dokter Khalid Al-Jubair. Pada Ramadhan 1418 H, setelah shalat shubuh, aku pergi ke jalan Malik Fahd untuk suatu keperluan. Sewaktu berjalan, tiba-tiba aku menemukan seorang pemuda berusia di bawah 20 tahun yang mobilnya terbalik. (Semoga Allah memeliahara kita, anak-anak kita, anak-anak anda dan anak-anak umat Islam). Aku turun dari mobil dan menemukannya sudah tidak bernyawa. Dan apa yang aku dengar? Aku mendengar alunan musik dari tape atau radio dalam mobil itu. Kenyataan yang sangat berbeda! Saudaraku, siapa diantara kita yang ingin meninggal dunia saat mengucapkan Laa ilaha illallah, mendengarkan Al-Qur’an atau dzikir?! Dan siapa diantara kita yang ingin mati saat mendengarkan nyanyian atau soundtrack sinetron atau artis sinetron? Saudaraku, sebelum anda menyetel radio mobil anda yang menyiarkan lagu-lagu, hal-hal keji dan mungkar, ingatlah bahwa anda bisa mati dan perbuatan terakhir yang anda lakukan di dunia adalah mendengarkan lagu-lagu itu di mobil anda. Ingatlah bahwa anda bisa mati dalam perjalanan wisata anda. Saudaraku, ketika anda mendengarkan soundtrack film atau sinetron, ingatlah bahwa anda bisa mati saat itu juga. (dari buku kumpulan kisah-Kisah yang penuh pelajaran keimanan dan pelembut hati_Malam pertama Setelah itu Air Mata) ______________________________ Sebagaimana Engkau Menjalani Hidupmu, Demikianlah Kondisimu Tatkala Ajal Menjemputmu… Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ “Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kondisi meninggalnya” (HR Muslim no 2878) Berkata Al-Munaawi, أَيْ يَمُوْتُ عَلَى مَا عَاشَ عَلَيْهِ وَيُبْعَثُ عَلَى ذَلِكَ “Yaitu ia meninggal di atas kehidupan yang biasa ia jalani dan ia dibangkitkan di atas hal itu” (At-Taisiir bi Syarh Al-Jaami’ As-Shogiir 2/859) Para pembaca yang budiman… kita semua tahu bahwasanya kematian datang tiba-tiba… tidak peduli dengan kondisi seorang hamba apakah dalam keadaan ketaatan kepada Allah atau dalam keadaan sedang bermaksiat…, apakah dalam keadaan sakit ataupun dalam keadaan sehat… semuanya terjadi tiba-tiba… Seorang penyair berkata : تَزَوَّدْ مِنَ التَّقْوَى فَإِنَّكَ لاَ تَدْرِي*** إِذَا جَنَّ لَيْلٌ هَلْ تَعِيْشُ إِلَى الْفَجْرِ Berbekallah ketakwaan karena sesungguhnya engkau tidak tahu… Jika malam telah tiba apakah engkau masih bisa hidup hingga pagi hari وَكَمْ مِنْ صَحِيْحٍ مَاتَ مِنْ غَيْرِ عِلَّةٍ *** وَكَمْ مِنْ عَلِيْلٍ عَاشَ حِيْناً مِنَ الدَّهْرِ Betapa banyak orang yang sehat kemudian meninggal tanpa didahului sakit… Dan betapa banyak orang yang sakit yang masih bisa hidup beberapa lama فَكَمْ مِنْ فَتًى أَمْسَى وَأَصْبَحَ ضَاحِكًا *** وَقَدْ نُسِجَتْ أَكْفَانُهُ وَهُوَ لاَ يَدْرِِي Betapa banyak pemuda yang tertawa di pagi dan petang hari Padahal kafan mereka sedang ditenun dalam keadaan mereka tidak sadar وَكَمْ مِنْ صِغَارٍ يُرْتَجَى طُوْلُ عُمْرِهِمْ *** وَقَدْ أُدْخِلَتْ أَجْسَامُهُمْ ظُلْمَةَ الْقَبْرِ Betapa banyak anak-anak yang diharapkan panjang umur… Padahal tubuh mereka telah dimasukkan dalam kegelapan kuburan وَكَمْ مِنْ عَرُوْسٍ زَيَّنُوْهَا لِزَوْجِهَا *** وَقَدْ قُبِضَتْ أَرْوَاحُهُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ Betapa banyak mempelai wanita yang dirias untuk dipersembahkan kepada mempelai lelaki… Padahal ruh mereka telah dicabut tatkala di malam lailatul qodar Tentunya setiap kita berharap dianugrahi husnul khotimah… ajal menjemput tatkala kita sedang beribadah kepada Allah… tatkala bertaubat kepada Allah… sedang ingat kepada Allah… , akan tetapi betapa banyak orang yang berharap meninggal dalam kondisi husnul khotimah akan tetapi kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya…. Suul khootimah… maut menjemputnya tatkala ia sedang bermaksiat kepada Penciptanya dan Pencipta alam semesta ini… Bagaimana mungkin seseorang meninggal dalam kondisi husnul Khotimah sementara hari-harinya ia penuhi dengan bermaksiat kepada Allah… hari-harinya ia penuhi tanpa menjaga pendengarannya… pandangannya ia umbar… hatinya dipenuhi dengan beragam penyakit hati… lisannya jauh dari berdzikir dan mengingat Allah… Ingatlah para pembaca yang budiman… sesungguhnya seseorang akan dicabut nyawanya berdasarkan kehidupan yang biasa ia jalankan… Dinukil dari http://www.firanda.com

Posted on 10/03/2012, in AsliBumiAyu.wordpress.com, Islam. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: