YESUS TUHAN ATAU NABI

Salah satu aspek kunci yang terabaikan di dalam Gospel adalah bukti-bukti yang melimpah bahwa Yesus seharusnya difahami secara tepat sebagaimana dirinya (yaitu manusia biasa) dan beliau adalah nabi utusan Tuhan yang diutus kepada dombadomba tersesat dari kalangan Bani Israil.

Ketika mencari makna sejati ’revelation’ (pewahyuan) atau ’scripture’ (kitab suci), kita benar-benar butuh secara absolut untuk melakukan pendekatan dan memahami suatu teks sebagaimana teks tersebut difahami selama masa pewahyuan.

Merupakan suatu hal yang niscaya (keharusan) bahwa kita melakukan pendekatan terhadap pribadi dan misi Yesus sebagaimana difahami oleh mereka yang mengenal beliau dan hidup bersama beliau.

Apabila kita tidak melakukan hal ini, kita akan menjadi mudah sekali melakukan misinterpretasi (salah tafsir) disebabkan budaya dan modal lingusitik (bahasa) seseorang.

Dengan kata lain, apabila kita memandang misi dan pribadi Yesus melalui mata orang yang tidak secara langsung berjalan dengan Yesus, atau melalui interpretasi kita sendiri, maka kita secara tidak sadar telah mengkompromikan kemurnian suatu teks.

Ketika umat Kristiani mendengar umat Muslim menyatakan bahwa kami mengimani Yesus namun hanya sebagai Nabi Allôh dan bukan bagian dari trinitas, merekapun terheran-heran.

Walau demikian, mari kita memeriksa apa yang diriwayatkan oleh orang-orang yang bertemu dengan Yesus, menurut kitab-kitab suci umat Kristiani sendiri.

Di dalam Matius 13:53-56, yang mengisahkan bagaimana kaum Yahudi di dalam sebuah Sinagog (tempat
peribadatan Yahudi) di kampung halaman Yesus, tercengang dan menyinggung dakwah beliau, lantas mulai
mengajukan pertanyaan kepada beliau.

Di dalam Matius 13:57 dinyatakan:
”…but Jesus said to them, A Prophet is not without honor, save in his own country and in his own house.”

“…namun Yesus bersabda kepada mereka, seorang Nabi tidaklah tanpa kehormatan, yang aman di dalam
negerinya dan di dalam rumahnya sendiri.”

Di dalam Markus 6:4, dikatakan :
“But Jesus said unto them, A Prophet is not without honor but in his own country and among his own kin, and in his own house.”

“…namun Yesus bersabda kepada mereka, seorang Nabi tidaklah tanpa kehormatan, namun di dalam negerinya dan di antara keluarga dan di dalam rumahnya sendiri.”

Juga di dalam Matius 11:40-41 :
“He that receiveth you receiveth me, and he that receiveth me receiveth the One who sent me. He that receiveth a Prophet in the name of a Prophet, shall receive a Prophet’s reward…”

“Dia yang menerima mu maka telah menerimaku, dan dia yang menerimaku maka dia telah menerima Tuhan yang Satu yang mengutusku. Dia yang menerima seorang nabi dengan atas nama seorang nabi, akan menerima sebuah penghargaan Nabi…”

Di dalam Matius 21:10-11 :
“And when he was come to Jerusalem, all the city was moved, saying who is this? And the multitude said, This is Jesus, The Prophet of Nazareth of Galilee.”

“Dan ketika ia sampai di Yerusalem, semua penduduk kota turut pindah, sembari bertanya, siapa ini? Orang banyak itu berkata, Ini adalah Yesus, Nabi dari Nazaret dari al-Jalîl (Sebuah wilayah di Utara Israil, pent.).”

Matius 21:46 menyatakan :
“But when they sought to lay hands on him, they feared the multitude because they took him for a Prophet.”

“Namun ketika mereka mencari beliau untuk membaiatnya, mereka khawatir orang banyak karena mereka menjadikannya sebagai seorang Nabi.”

Dan lagi, ketika ditanya tentang perintah Tuhan di dalam Matius 22:36-39:
“Master, which is the great commanment in the law? Jesus said to him, Thou shalt love the Lord thy God with all thy heart, and with all thy soul and with all mind. This is the first and great commandment. And the second is like unto it, thou shalt love the neighbor as thyself.”

“Guru, apakah perintah Tuhan terbesar di dalam syariat? Yesus berkata kepadanya, Engkau harus mencintai Tuhan Allah dengan segenap hatimu, dengan seluruh jiwamu dan dengan semua fikiranmu. Ini adalah perintah pertama dan terbesar.

Dan yang kedua adalah serupa dengan yang pertama, engkau harus mencintai tetanggamu sebagaimana dirimu sendiri.”

Dan pada ayat selanjutnya dikatakan :
”In these two commandments hang the law and all the prophets.”

“Pada kedua perintah Tuhan ini, berpeganglah dengan hukum dan seluruh Nabi.”

Di dalam Lukas 7:16 dinyatakan :
“and there came a fear in all, And they glorified God saying, That a great prophet is risen up among us…”

“dan kemudian datanglah ketakutan pada semua orang, dan mereka mengagungkan firman Tuhan, bahwa seorang nabi agung akan bangkit di antara kami…”

Di dalam mencari kebenaran, kita harus menggunakan sesuatu yang konsisten baik di dalam makna (pengertian) dan tujuan.

Kami telah menunjukkan bahwa argumentasi yang membantah bahwa Yesus pada kenyataannya hanyalah
seorang Nabi tidak memiliki kekonsistensian.

Ayat-ayat yang digunakan dari Gospel untuk membuktikan bahwa Yesus adalah ‘anak Tuhan’ atau salah satu oknum dari trinitas, telah dibuktikan sebelumnya sebagai sesuatu yang tidak konsisten dengan Bibel lainnya, bahkan dengan gospel itu sendiri.

Dinukil dari ebook yang ada di http://www.abusalma.wordpress.com

Dengan judul Yesus dan Bible dalam sorotan

 

Posted on 02/03/2012, in Islam. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: